Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian atau PWMP saat ini terus dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Program ini mulai berbuah manis di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketua STPP Gowa, Syaifuddin menuturkan, pihaknya sangat mendukung program PWMP karena akan mengubah pemahaman bahwa menjadi pengusaha muda di sektor pertanian akan lebih menjanjikan daripada bekerja menjadi karyawan atau PNS.

“Harapan saya, program PWMP ini terus dikembangkan. Ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat baik dan bertujuan untuk mencetak generasi muda dari sektor pertanian yang sukses. Sehingga dapat mengembangkan usaha di sektor pertanian, baik di hulu maupun di hilir,” ujar Syaifuddin.

Sementara Ketua Panitia Program PWMP STPP Gowa, Abdul Rahman Arinong, menambahkan bahwa sebelum menjalankan usaha kami sudah memberikan Bimtek kepada para mahasiswa calon peserta Program PWMP.

Para pemateri-pemateri merupakan pengusaha muda yang sukses dan dilakukan juga program magang pada petani dan pengusaha sukses yang lokasinya tersebar wilayah Gowa, Makassar, Maros, Bantaeng, Sidrap dan Enrekang.

Dimulai tahun 2016, dan sampai tahun 2017, Program PWMP memasuki tahap kedua atau tahap pengembagan. Sebelumnya, tahun pertama yaitu tahap penyadaran dan penumbuhan serta di tahap berikutnya yaitu tahun ketiga atau tahap pemandirian. Di tahun kedua ini STPP Gowa berhasil membina 65 Kelompok PWMP dengan jumlah peserta sebanyak 198 orang.

Salah satu kelompok PWMP STPP Gowa yang berhasil adalah kelompok “Si Mungil” yang bergerak di bidang budidaya peternakan telur burung puyuh. Ketua Kelompok PWMP “Si Mungil”, Fitria Akahar, yang saat ini masih mahasiswi tingkat 3 Jurusan Penyuluhan Peternakan menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi telur burung puyuh semakin tinggi. Sementara peternak telur burung puyuh di kawasan Kabupaten Gowa terbatas.

“Sehingga, kelompok kami termotivasi menekuni budidaya telur burung puyuh. Kami sudah dapat pengalaman dan bekal cukup untuk menjadi pengusaha muda di bidang pertanian,” bebernya.

PWMP berawal dari modal usaha yang diberikan oleh Kementan melalui BPPSDMP senilai Rp15.000.000,- dan diberikan berbagai pelatihan dan bimbingan di kampus. Saat ini kelompok PWMP “Si Mungil” sudah dapat memasarkan hasil usahanya sampai ke Kota Makassar dan sekitarnya.

Comments (19)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>