Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Kabupaten Gowa menggas tanaman sayuran dengan metode hydrofarm. Ide kreatif mahasiswa tersebut didanai oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pemngembangan SDM Pertanian melalui Program PWMP.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ir Abd Rahman Arinong MP mengatakan program tersebut bertujuan agar mahasiswa pertanian muda mampu menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha dibidang pertanian.
Sehingga dapat menciptakan kemandirian usaha dan mengurangi tingkat pengangguran bagi sarjana pertanian.

STPP Gowa adalah salah satu penyelenggara Program Penumbuhan Wirausahawan Muda. Jumlah dari kelompok PWMP yang ada di STPP Gowa adalah 40 kelompok yang terdiri dari 3 orang perkelompok dan salah satu kelompok yang ada adalah kelompok PWMP Sayuran hidroponik.

Usaha kelompok tersebut sudah berjalan selama kurang lebih tiga bulan Menurut Siska Fatmawati, salah satu anggota kelompok produk sayuran hidroponik mengungkapkan, produk yang dihasilkan diminati banyak orang dibuktikan dengan banyak pesanan setelah panen perdana.

“Mungkin hal ini disebabkan karena sistem hidroponik tidak menggunakan pestisida dalam penanganan organisme Pengganggu Tanaman yang artinya sayur yang dihasilkan bebas dari pestisida,” ungkapnya kepada tribun-timur.com, Jumat (17/2/2017).