HomeInformasiArtikel IlmiahTeori Modernitas Kontemporer

Teori Modernitas Kontemporer

sosiologiKajian tentang modernitas bukan melulu menjadi dominasi para pemikir kontemporer. Beberapa sosiolog besar sebetulnya juga telah memulai dalam analisa-analisa dan kritik terhadap kehidupan masyarakat modern. Beberapa diantaranya adalah Karl Marx. Menurut Marx, modernitas ditentukan oleh ekonomi kapitalis dan mengakui adanya transisi masyarakat dari yang sebelumnya ke masyarakat kapitalisme namun dalam banyak karyanya dia selalu mengkritik system ekonomi kapitalis dan kecacatannya. Selanjutnya Webber.

Persoalan utama kehidupan modern adalah perkembangan rasionalisasi formal. Hal ini membuat manusia terpenjara dalam kerangkeng rasionalitas dan tidak mampu mengungkapkan ciri kemanusian yang paling mendasar. Dia menghargai perkembangan rasionalitas, tapi juga care terhadap masalah yang dihadapi oleh rasionalitas. Sedangkan Durkheim, menegaskan bahwa modernitas ditentukan oleh solidaritas organik dan pelemahan kesadaran kolektif. Solidaritas organic memang menghasilkan kebebasan yang lebih besar dan produktivitas yang tinggi, namun juga menghadapi masalah misalnya lemahnya moralitas bersama dan degradasi makna diri dalam hidup modern. Terorisi terahir adalah Simmel. Dia memulai kajiannya tentang modernitas dengan meneliti tentang kota dan ekonomi uang.

Menurutnya, kota adalah tempat dimana modernitas dipusatkan atau diintensifkan, sedangkan ekonomi uang menyebabkan penyebaran modernitas dan perluasannya. Dalam bukunya Philosophy of Moneyyang dikutip oleh Poggy, Simmel mengungkapkan tiga pandangannya. Pertama, modernisasi memberikan keuntungan bagi manusia. Modernisasi memberikan peluang bagi manusia untuk mengungkapkan berbagai potensi yang belum terungkapkan atau tersembunyi pada waktu pramodern. Baginya modernitas adalah “epiphany” atau tanda manifestasi kekuatan intrinsic manusia yang sebelumnya tak terjelmakan. Kedua, pengaruh uang dalam dunia modern sangat besar. Ketiga, salah satu pengaruh negative uang dalam modernitas adalah alienasi. Ini adalah masalah sentral dalam sosiologi Simmel tentang modernitas “tragedy kultur” yaitu melebarnya jurang pemisah antara kultur obyektif dan kultur subyektf atau terhentinya kultur individual dan pesatnya pertumbuhan kultur obyektif.

Selengkapnya, unduh disini.

Info BPPSDMP (rss)

Facebook

We have 124 guests and no members online

Testimoni

Data Pengunjung

003586307
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
911
5609
6520
3530131
162954
384964
3586307

Your IP: 54.234.225.23
Server Time: 2014-10-20 04:22:03