| Sosialisasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) |
|
|
|
| Oleh Administrasi Umum |
| Rabu, 03 Juni 2009 00:00 |
|
IM Sosialisasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Departemen Pertanian RI melakukan Sosialisasi WBK di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa pada Selasa, 2 Juni 2009. Pada kesempatan ini, Bapak Erif Hilmi, SH (Inspektur Khusus Deptan) mensosialisasikan tentang apa dan bagaimana dampak korupsi dengan judul materi Teori dan Strategi Pemberantasan Korupsi.
STPP Gowa dalam hal ini termasuk instansi yang mendapatkan sertifikat WBK diharapkan dapat mempertahankan gelar tersebut sebab mempertahankan merupakan pekerjaan yang lebih sulit daripada mendapatkannya. Selain memaparkan Teori dan Strategi Pemberantasan Korupsi, Tim dari Inspektorat Khusus DEPTAN ini juga mensosialisasikan Salam WBK dan Senyum WBK.
TIM WBK mensosialisasikan Senyum dan Salam WBK
Pada kesempatan ini, TIM WBK juga menjelaskan tentang beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang melakukan Kosupsi, yaitu :
Penegakan hukum yang tidak konsisten.
Penyalahgunaan kekuasaan.
Kurangnya keteladanan dari pemimpin yang jujur.
Rendahnya pendapatan dari penyelenggara negara.
Keserakahan/menghalalkan segala cara.
Budaya memberi upeti/imbalan.
Menyuap penegak hukum.
Budaya permisif (tidak mempunyai kepedulian)
Gagalnya pendidikan agama/etika.
Dan dari kesembilan penyebab seseorang melakukan korupsi, maka delapan diantaranya disebabkan oleh faktor kerusakanjiwa manusia.
STPP Gowa dalam hal ini termasuk instansi yang mendapatkan sertifikat WBK diharapkan dapat mempertahankan gelar tersebut sebab mempertahankan merupakan pekerjaan yang lebih sulit daripada mendapatkannya. Selain memaparkan Teori dan Strategi Pemberantasan Korupsi, Tim dari Inspektorat Khusus DEPTAN ini juga mensosialisasikan Salam WBK dan Senyum WBK.
TIM WBK mensosialisasikan Senyum dan Salam WBK
Pada kesempatan ini, TIM WBK juga menjelaskan tentang beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang melakukan Kosupsi, yaitu :
Penegakan hukum yang tidak konsisten. Penyalahgunaan kekuasaan. Kurangnya keteladanan dari pemimpin yang jujur. Rendahnya pendapatan dari penyelenggara negara. Keserakahan/menghalalkan segala cara. Budaya memberi upeti/imbalan. Menyuap penegak hukum. Budaya permisif (tidak mempunyai kepedulian) Gagalnya pendidikan agama/etika.
Dan dari kesembilan penyebab seseorang melakukan korupsi, maka delapan diantaranya disebabkan oleh faktor kerusakan jiwa manusia.
Tambahkan Halaman Ini Pada Social Bookmarking Favorit Anda!. |
| LAST_UPDATED2 |













TIM Sosialisasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Departemen Pertanian RI melakukan Sosialisasi WBK di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa pada Selasa, 2 Juni 2009. Pada kesempatan ini, Bapak Erif Hilmi, SH (Inspektur Khusus Deptan) mensosialisasikan tentang apa dan bagaimana dampak korupsi dengan judul materi Teori dan Strategi Pemberantasan Korupsi.















