| Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Bahan Pengikat Terhadap Mutu Nugget Rajungan |
|
|
|
| Oleh Dr. H. Puji Hartati, M.Ed |
| Minggu, 15 November 2009 00:54 |
|
PENDAHULUAN
Rajungan (Portunus pelagicus L) termasuk dalam famili Crustaceae, genus Portunidae yang mempunyai banyak spesies dan dapat dimakan (Moosa,1980). Potensi ekspor daging rajungan cukup tinggi, dalam hal ini daging segar (beku).
Produk yang diekspor tersebut meliputi daging rajungan jenis “Jumbo” dan
“Special”, yang merupakan daging dengan
kualitas super. Secara umum ada beberapa
jenis daging rajungan yang dikenal di
pasaran, yaitu “Jumbo”, “Special” dan
“Claw Meat” (Dore, 1989). Jenis “Jumbo”
dan “Special” merupakan daging yang
berwarna putih, berasal dari bagian paha
dan badan rajungan. Jenis “Claw Meat”
merupakan daging yang berasal bagian
capit, warnanya kecoklatan dan agak
berserat mempunyainilai jual paling
rendah. Untuk meningkatkan nilai
ekonomis daging tipe “Claw Meat” agar
dapat bersaing dengan kedua tipe lainnya
yang merupakan daging kualitas ekspor
perlu dilakukan diversifikasi produk
dengan menerapkan teknologi pengolahan
yang tepat, sehingga diperoleh produk
yang dapat diterima oleh konsumen. Salah
satu bentuk diversifikasi produk adalah
Nugget rajungan. Nugget adalah suatu
bentuk produk olahan daging yang
merupakan bentuk emulsi minyak dalam
air (Manullang dan Elingsari, 1994).
Penelitian ini mencakup pembuatan
nugget rajungan dengan penambahan
tepung yang mengandung pati sebagai
bahan pengikat agar diperoleh nugget
dengan kualitas yang dapat diterima
konsumen sehingga meningkatkan nilai
jual produk tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mempelajari fungsi tepung sebagai
bahan pengikat terhadap nugget rajungan,
sehingga diperoleh beberapa kriteria mutu
yang dapat diterima oleh konsumen.
Kegunaan penelitian ini adalah
mempelajari bahan dasar untuk alternatif
teknologi pengolahan rajungan menjadi
nugget dan memberikan informasi tentang
sebagian dari paket pengolahan rajungan.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini berlangsung dari
Januari sampai Februari 2005 di
Laboratorium P.T. NCM KIMA. Adapun
alat-alat yang digunakan dalam
pelaksanaan penelitian yaitu timbangan,
alat pengukus, oven, desikator, cawan
petri.
Bahan-bahan yang digunakan
meliputi : 1) Bahan pembuatan nugget
rajungan: Daging rajungan, bahan
pengikat (Inglet, 1974) yang terdiri dari
tepung tapioka, tepung sagu, tepung
maizena, tepung roti dan tepung terigu,
emulsifier (kuning telur), Es batu, bumbubumbu
(merica, ketumbar, pala, jahe,
garam dan gula). 2) Bahan-bahan yang
digunakan untuk analisis Kadar Air
dengan Metode Pemanasan.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam
dua tahap meliputi penelitian pendahuluan
dan penelitian utama.
1. Penelitian Pendahuluan
Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan persentase bahan pengikat
yang terbaik untuk masing-masing jenis
tepung dan penentuan prosedur kerja yang
tepat.
2. Penelitian Utama
Penelitian ini menggunakan 5 jenis
tepung dengan konsentrasi 1,5% yang
diperoleh dari penelitian pendahuluan dan
prosedur penelitian selanjutnya adalah
sebagai berikut:
Daging rajungan yang beku dilelehkan
(thawing), kemudian ditiriskan. Daging
rajungan ditimbang sebanyak 500 gram
(untuk masing-masing jenis
PENDAHULUAN Rajungan (Portunus pelagicus L) termasuk dalam famili Crustaceae, genus Portunidae yang mempunyai banyak spesies dan dapat dimakan (Moosa,1980). Potensi ekspor daging rajungan cukup tinggi, dalam hal ini daging segar (beku). Produk yang diekspor tersebut meliputi daging rajungan jenis “Jumbo” dan “Special”, yang merupakan daging dengan kualitas super. Secara umum ada beberapa jenis daging rajungan yang dikenal di pasaran, yaitu “Jumbo”, “Special” dan “Claw Meat” (Dore, 1989). Jenis “Jumbo” dan “Special” merupakan daging yang berwarna putih, berasal dari bagian paha dan badan rajungan. Jenis “Claw Meat” merupakan daging yang berasal bagian capit, warnanya kecoklatan dan agak berserat mempunyainilai jual paling rendah. Untuk meningkatkan nilai ekonomis daging tipe “Claw Meat” agar dapat bersaing dengan kedua tipe lainnya yang merupakan daging kualitas ekspor perlu dilakukan diversifikasi produk dengan menerapkan teknologi pengolahan yang tepat, sehingga diperoleh produk yang dapat diterima oleh konsumen. Salah satu bentuk diversifikasi produk adalah Nugget rajungan. Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi minyak dalam air (Manullang dan Elingsari, 1994). Penelitian ini mencakup pembuatan nugget rajungan dengan penambahan tepung yang mengandung pati sebagai bahan pengikat agar diperoleh nugget dengan kualitas yang dapat diterima konsumen sehingga meningkatkan nilai jual produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari fungsi tepung sebagai bahan pengikat terhadap nugget rajungan, sehingga diperoleh beberapa kriteria mutu yang dapat diterima oleh konsumen. Kegunaan penelitian ini adalah mempelajari bahan dasar untuk alternatif teknologi pengolahan rajungan menjadi nugget dan memberikan informasi tentang sebagian dari paket pengolahan rajungan. Selengkapnya, silahkan download disini.
Tambahkan Halaman Ini Pada Social Bookmarking Favorit Anda!. |



























