Pengaruh ekstrak daun lamtoro sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi

Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir negara-negara industri berpendapat bahwa paket pertanian modern lebih menekankan penggunaan bahan kimia sintetis yang memberikan hasil tinggi. Disisi lain berpendapat pada penggunaan pengurasan dan pengrusakan potensi lahan dan lingkun gan. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya untuk memperoleh paket pemupukan Ekstrak Daun Lamtoro yang optimal pada tanaman sawi. Metode yang
digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 6 tingkat yaitu: tanpa pupuk cair daun lamtoro, pupuk cair daun lamtoro 50 cc/l air, pupuk cair daun lamtoro 100cc/l air, pupuk cair daun lamtoro 150 cc/l air, pupuk cair daun lamtoro 200 cc/l air dan pupuk cair daun lamtoro 250 cc/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair daun lamtoro dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi.Dosis 250
cc/l air memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penggunaan pupuk cair lamtoro pada tanaman sawi secara ekonomis menguntungkn daya analisis O/I Ratio sebesar 1,5.

Respon berbagai varietas tanaman jagung terhadap waktu perompesan daun di bawah tongkol

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas, dan pengaruh perompesan daun dibawah tongkol, Penelitian dilaksankan di kebun percobaan STPP Gowa, berlangsung dari April sampai Juli 2006. Penelitian disusun dalam bentuk faktorial dua faktor berdasarkan Rancangan Petak Terpisah Varietas sebagai petak utama yaitu Agricorn, Bisi-2, dan C-7. Waktu perompesan daun dibawah tongkol sebagai anak petak yaitu: tanpa perompesan, perompesan saat persarian, dan perompesan 2 minggu setelah persarian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas Agriconn memberikan respon yang lebih baik pada perlakuan perompesan daun dibawah tongkol. Waktu perompesan daun di bawah tongkol pada saat persarian, lebih efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman jagung, dibanding dengan tanpa perompesan dan perompesan
2 minggu setelah persarian.

Ketahanan bibit vanili (Vanilla planifolia Andrews) terhadap penyakit busuk batang (Fusarium oxysporum f.sp vanillae) yang diaplikasi mikoriza (Glomus fasciculatus)

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan mikoriza (Glomus. fasciculatus), Gliocladium sp. dan Pseudomonas fluorescens terhadap intensitas serangan penyakit busuk batang (Fusarium oxysporum f.sp. vanillae) dan pertumbuhan bibit vanili (Vanilla planifolia Andrews). Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan dan laboratorium Tanaman jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Kab. Pangkep. Sulsel, yang berlangsung mulai April hingga November 2006. Penelitian menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas : Kontrol positif (K+), Mikoriza (M), Gliocladium sp. (G), Pseudomonas fluorescens (P), Gliocladium sp. + P. fluorescens (GP), Mikoriza + Gliocladium sp.+ P. fluorescens (MGP), Kontrol negatif (K-), Mikoriza + Fusarium (MF), Gliocladium sp. + Fusarium (GF), P. fluorescens + Fusarium (PF), Gliocladium sp.+ P. fluorescens + Fusarium (GPF), Mikoriza + Gliocladium sp. + P. fluorescens + Fusarium (MGPF). Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan kombinasi mikoriza dan mikroba antagonis Gliocladium sp dan Pseudomonas fluorescens memperlihatkan pengaruh yang terbaik pada pertumbuhan tanaman yang diberi patogen Fusarium serta pada penyusunan protein dalam tanaman vanili. Pemberian Gliocladium sp. pada tanaman vanili berhasil menekan intensitas serangan penyakit busuk batang (PBB) sebesar 81 %, dan berpengaruh lebih baik dibandingkan dengan Pseudomonas fluorescens dan mikoriza.

Peningkatan produksi kacang tanah (Arachis hypogeae L.) dengan pemberian jerami padi dan pupuk kandang

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian jerami padi dan pupuk kandang terhadap peningkatan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan dosis masing-masing 10 ton ha-1 yaitu: Tanpa Pupuk (P0), Pupuk Jerami padi (P1), pupuk
kandang (P2), Pupuk kandang dan jerami (P3). Setiap perlakuan masing - masing diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 20 kombinasi perlakuan. Pemberian pupuk perlakuan dilakukan satu bulan sebelum tanam, jerami yang diberikan sebelumnya dihancurkan (dipotong-potong) dan diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah dengan cara disebar di permukaan tanah dan diaduk secara merata kedalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk jerami padi dicampur pupuk kandang (P3) memberikan pengaruh nyata dan hasil yang tertinggi pada tinggi tanaman, berat polong kering dan jumlah polong dibanding perlakuan lainnya dan kontrol (P0). Pemberian pupuk jerami padi dicampur pupuk kandang (P3) memperlihatkan perbedaan sangat Nyata terhadap
produksi baik pada jumlah polong, dan berat polong kering yaitu masing-masing 4.724 polong/petak dan 6,364 kg/petak.

Penyakit cacing hati (fascioliasis) pada sapi bali di perusahaan daerah rumah potong hewan (RPH) Kota Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase jumlah sapi Bali yang terinfeksicacing Fasciola sp. di Perusda RPH Kota makassar berdasarkan asal ternak. Penelitian ini mengunakan 2 metode pemeriksaan: (1) pemeriksaan postmortem yaitu untuk memastikan ada tidaknya cacing Fasciola sp. dan juga kerusakan pada jaringan hati. Hati mengalami penyakit Fascioliasis menunjukan penebalan dan pengapuran di sekeliling permukaan hati dan bila hati dibelah kemudian diidentifikasi akan terlihat ada liang-liang pada jaringan hati. (2) pemeriksaan tinja untuk mengidentifikasi telur Fasciola sp dengan metode Parfitt and Bank. Hasil penelitian dari postmortem 11 ekor atau 14,47% dan tinja 41 ekor atau 53,95%. Hasil persentase dari kedua metode, yang terinfeksi cacing hati (Fascioliasis)
berdasarkan asal daerah sebagai berikut : Gowa 29 ekor atau 43,60%, Bone 29 ekor atau 35,38%, Flores 11 ekor atau 26,19%, Sinjai 10 ekor atau 31,94%, Maros 7 ekor atau 26,39%.

Pengaruh pemberian bunga matahari dan bioplus terhadap produksi susu dan efisiensi ransum sapi perah fries holland penderita mastitis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian Bunga Matahari (BUMATA) dan BIOPLUS dalam meningkatkan produksi susu dan efisiensi ransum sapi perah Fries Holland penderita mastitis subklinis. Penelitian dilaksanakan di peternakan rakyat, menggunakan 16 ekor sapi perah FH mastitis. Penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan (R0: ransum kontrol; R1:R0+BUMATA; R2:R0+BIOPLUS; R3 : R1+ R2) dan 4 kelompok ternak sebagai ulangan yang dikelompokkan berdasarkan produksi susu (< 8 l/ekor/hari, 8-12 l/ekor/hari, 12-16 l/ekor/hari, >16 l/ekor/hari). Peubah yang diukur adalah produksi susu 4% FCM dan efisiensi ransum. Data diambil setiap hari selama 3 bulan penelitian. Data
hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Keragaman dan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R2 (23,49%) nyata (P<0.05) meningkatkan produksi susu 4 % FCM dibanding kontrol, hal serupa juga terjadi pada efisiensi ransum, dimana R2 hanya nyata dibandingkan kontrol.

Efek emaskulasi dan pemberian berbagai pupuk popro terhadap pertumbuhan dan produksi baby corn (zea mays L)

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi baby corn pada berbagai waktu emaskulasi dan pemberian berbagai dosis pupuk Popro. Dilaksanakan di Desa BorongloE, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Berlangsung dari Agustus sampai oktober 2005. Penelitian ini berbentuk percobaan Faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah emaskulasi terdiri dari tiga macam : tanpa emaskulasi, saat malai bunga jantan muncul dan saat malai bunga jantan jantan merekah. Faktor kedua adalah dosis pupuk Popro terdiri dari tiga taraf 1,5 g per tanaman, 2,5 g per tanaman dan 3,5 g per tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa emaskulasi saat malai bunga jantan merekah memberikan panjang tongkol terpanjang dan berat tongkol per petak yang tertinggi. Pemberian pupuk popro dengan dosis 2,5 g per tanaman cenderung memberikan tinggi tanaman, diameter tongkol dan berat tongkol per tanaman tertinggi. Interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua komponen pengamatan, namun kombinasi perlakuan antara emaskulasi saat malai bunga jantan merekah dengan pupuk popro pada dosis 2,5 g per tanaman memberikan panjang dan berat tongkol per tanaman tertinggi yaitu masing-masing 11,25 cm dan 18,44 g.

Percobaan paket pemupukan pada tanaman jagung melalui demonstrasi plot di Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, dan Takalar Sulawesi Selatan

Percobaan pemupukan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan dan memberikan informasi mengenai paket pupuk, dosis dan cara aplikasi yang dapat memberikan produktivitas dan keuntungan yang optimal, melalui demonstrasi di kebun petani serta dikelola sendiri oleh petani khususnya di lahan kering. Percobaan dilaksanakan pada empat lokasi di tiga kabupaten yaitu : Onto di Bantaeng; Batang dan Kelara di Jeneponto; dan Mangara Bombang di Takalar. Percobaan disusun secara acak Kelompok dengan 4 paket dosis dan cara pemupukan masing-masing : (P1) Dosis penuh (350 Urea + 100 ZA + 175 SP36 + 75 KCl).kg.ha-1 yang diberikan secara tugal, (P2)
Dosis penuh yang diberikan secara sebar, (P3) Dosis tidak lengkap (350 Urea + 100 ZA)kg.ha-1 tanpa SP36 dan KCl. yang diberikan secara tugal, serta (P4) Dosis tidak lengkap (350 Urea + 100 ZA)kg.ha-1 tanpa SP36 dan KCl diberikan secara sebar. Hasil percobaan pada petak demonstrasi diperoleh produksi tertinggi pada P1 = Dosis penuh
(350 Urea + 100 ZA + 175 SP36 + 75 KCl).kg.ha-1 dengan cara tugal-tutup. Cara aplikasi pupuk berpengaruh lebih nyata dibandingkan dengan dosis. Keuntungan yang tertinggi juga diperoleh dari perlakuan pupuk lengkap yang ditugal (P1) dengan nilai produksi antara 4,51 – 5,73 ton.ha-1 biji kering, atau nilai keuntungan antara Rp.2.840.000 – Rp.3.200.000 ha-1 musim.

Produktivitas tanaman selada pada berbagai dosis posidan-HT

Penerapan teknologi ramah lingkungan semakin penting artinya dalam memenuhi kebutuhan konsumen, termasuk tanaman selada karena komoditi ini merupakan bahan pangan pelengkap yang dapat dikomsumsi langsung. Penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya memperoleh paket dosis pemupukan Posidan HT yang optimal pada tanaman selada. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas ada 6 taraf yaitu tanpa Posidan-HT, Posidan-HT dosis 120 cc/l air, Posidan-HT konsentrasi dosis 130 cc/l air , Posidan-HT dosis 140 cc/l air , Posidan-HT dosis 150 cc/l air , dan Posidan-HT dosis 160 cc/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posidan-HT dapat meningkatkan produktivitas tanaman selada. Dosis 150 ml/l air memberikan pengaruh paling baik terhadap produktivitas tanaman. Penggunaan Posidan-HT pada pertanaman selada secara ekonomis menguntungkan dengan Analisis O/I ratio sebesar 1,51.

Aktivitas beberapa proses fisiologis tanaman kakao muda di lapang pada berbagai naungan buatan

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan aktivitas beberapa proses fisiologis tanaman kakao muda di pertanaman. Penelitian dilaksanakan di Fakultas pertanian dan Kehutanan Unhas yang berlansung dari Juli sampai September 2004. Penelitian disusun dalam bentuk percobaan berdasarkan pola Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan yaitu : Tanaman kakao tanpa naungan. Naungan net hitam, Naungan plastik putih, Naungan Krey bambu dan Naungan anyaman bambu (gamacca). Hasil Percobaan memperlihatkan bahwa jenis naungan plastik putih memperlihatkan aktivitas fisiologi tanaman kakao muda yang lebih baik khususnya pada fotosintesis, dan mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao
muda di pertanaman.