Artikel Ilmiah

STPP Gowa Bangun Kerjasama Penyebaran Informasi dengan Makassar Terkini

Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, Dr. Ir. Syaifuddin, MP menandatangani perjanjian kerjasama dengan Media Online Makassar Terkini, di Kantor STPP Gowa Jalan Malino, Km7, Jumat 26 Mei 2017. Penandatanganan Perjanjian kerjasama ini dihadiri pihak Makassar Terkini, Amri Baharuddin dan Ibu Netty Sri Wahyuni.

Adapun yang menjadi fokus dari kerjasama ini adalah penyebaran informasi terkait kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa dan penyebaran informasi terkait kebijakan Kementerian Pertanian.

Ketua STPP Gowa, Dr. Ir. Syaifuddin, MP mengatakan, bahwa penandatanganan kerjasama dengan media online merupakan kali pertama yang dilakukan oleh STPP Gowa. “Kami lakukan dan ini akan kami fokuskan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi), serta penyebaran informasi terkait kebijakan Kementerian Pertanian seperti Swasembada Pangan hingga Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB),” ungkapnya.

Mahasiswa STPP Gowa Demo Buat Pupuk Organik Cair di BPP Moncongloe

Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa melakukan Praktikum Mata Kuliah Perencanaan Penyuluhan Pertanian di BPP Moncongloe, Kabupaten Maros, Rabu (17/5/2017). Dalam kegiatan tersebut mahasiswa berkesempatan melakukan demonstrasi membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Cangkang Telur dan Pembuatan Pakan Ternak dengan bahan dasar tongkol jagung didepan Petani.

Mahasiswa yang terbagi dalam Lima kelompok tersebut berasal dari Mahasiswa Semester IV jurusan Penyuluhan Peternakan dan didamping tiga dosen pembimbing, P Tandi Balla SP MSi, Sumang SP MP dan Drs Aminuddin Saade MSi.
Aminuddin sebagai salah satu dosen pembimbing mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tuntutan kurikulum sekaligus sebagai media pembelajaran mahasiswa dalam mempraktikkan materi yang didapat di ruang kuliah yang disampaikan langsung kepada sasaran dalam hal ini kelompok tani.

“Mahasiswa akan benar-benar merasa berada dalam situasi yang nyata dilapangan ketika nantinya mereka melaksanakan penyuluhan ke petani,” kata Aminuddin. Selain itu, Kepala BPP Moncongloe, Kabupaten Maros, Hj Fatma SP mengatakan dengan melihat respons petani yang antusias mengikuti demo tersebut pihaknya akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktek.

“Kami berharap agar kegiatan seperti ini selalu dilakukan, kami selalu membuka kesempatan buat adik-adik mahasiswa STPP Gowa untuk melaksanakan praktik di tempat kami,” katanya.

STPP Gowa Siapkan Wirausaha Muda Pertanian

Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian atau PWMP saat ini terus dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Program ini mulai berbuah manis di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketua STPP Gowa, Syaifuddin menuturkan, pihaknya sangat mendukung program PWMP karena akan mengubah pemahaman bahwa menjadi pengusaha muda di sektor pertanian akan lebih menjanjikan daripada bekerja menjadi karyawan atau PNS.

“Harapan saya, program PWMP ini terus dikembangkan. Ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat baik dan bertujuan untuk mencetak generasi muda dari sektor pertanian yang sukses. Sehingga dapat mengembangkan usaha di sektor pertanian, baik di hulu maupun di hilir,” ujar Syaifuddin.

Sementara Ketua Panitia Program PWMP STPP Gowa, Abdul Rahman Arinong, menambahkan bahwa sebelum menjalankan usaha kami sudah memberikan Bimtek kepada para mahasiswa calon peserta Program PWMP.

Para pemateri-pemateri merupakan pengusaha muda yang sukses dan dilakukan juga program magang pada petani dan pengusaha sukses yang lokasinya tersebar wilayah Gowa, Makassar, Maros, Bantaeng, Sidrap dan Enrekang.

Dimulai tahun 2016, dan sampai tahun 2017, Program PWMP memasuki tahap kedua atau tahap pengembagan. Sebelumnya, tahun pertama yaitu tahap penyadaran dan penumbuhan serta di tahap berikutnya yaitu tahun ketiga atau tahap pemandirian. Di tahun kedua ini STPP Gowa berhasil membina 65 Kelompok PWMP dengan jumlah peserta sebanyak 198 orang.

Salah satu kelompok PWMP STPP Gowa yang berhasil adalah kelompok “Si Mungil” yang bergerak di bidang budidaya peternakan telur burung puyuh. Ketua Kelompok PWMP “Si Mungil”, Fitria Akahar, yang saat ini masih mahasiswi tingkat 3 Jurusan Penyuluhan Peternakan menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi telur burung puyuh semakin tinggi. Sementara peternak telur burung puyuh di kawasan Kabupaten Gowa terbatas.

“Sehingga, kelompok kami termotivasi menekuni budidaya telur burung puyuh. Kami sudah dapat pengalaman dan bekal cukup untuk menjadi pengusaha muda di bidang pertanian,” bebernya.

PWMP berawal dari modal usaha yang diberikan oleh Kementan melalui BPPSDMP senilai Rp15.000.000,- dan diberikan berbagai pelatihan dan bimbingan di kampus. Saat ini kelompok PWMP “Si Mungil” sudah dapat memasarkan hasil usahanya sampai ke Kota Makassar dan sekitarnya.

Gerakan Tanam Cabai, STPP Gowa bagi-bagi Bibit

Bertempat di kantor lurah romanglompoa,17 Maret 2017, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) STPP Gowa membagikan 3000 bibit cabai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Tanam Cabai yang diprogramkan oleh Kementerian Pertanian.
Bibit cabai dalam polybag ini diserahkan oleh Wakil Ketua I STPP Gowa drh. Purwanta, M.Kes ke pihak kelurahan romanglpoa. Purwanta mengatakan bahwa kegiatan ini telah terbukti banyak memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan kawasan di sekitarnya. Kegiatan ini dapat memberikan sumbangan pangan untuk dikonsumsi bagi keluarga, menghemat pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi sehari-hari dan terjadinya diversifikasi konsumsi pangan pada rumah tangga anggota. Bagi lingkungan kawasan, kegiatan ini dapat membuat suasana asri dan lingkungan lebih nyaman.
Ditempat terpisah, Kepala UPPM STPP Gowa Dr. Ir. Kartika Ekasari Z, M.Si mengatakan bahwa , Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, Kementerian Pertanian telah mengembangkan program Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai (GERTAM CABE) di Pekarangan rumah. Lanjut Kartika, Salahsatu tujuan gerakan ini adalah, untuk memenuhi konsumsi rumah tangga serta mendukung pasokan kebutuhan cabai ditingkat rumah tangga maupun wilayah.

30 Anggota TNI Belajar Tanam Padi di STPP Gowa

Sebanyak 30 anggota TNI dari Rindam VII Wirabuana berkunjung ke Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, Sabtu (11/3/2017). Kedatangan mereka adalah untuk mempelajari tata cara menanam padi. Kedatangan TNI didampingi Wakil Komandan Rindam VII Wirabuana Kol (Inf) Muhammad Ali dan mereka disambut langsung oleh pimpinan STPP Gowa, yang diwakili, Buhaerah S ST MP sebagai ahli pertanian dan Sudirman SP MP sebagai ahli alsintan untuk mendampingi para tentara.

“Ini bentuk dukungan TNI-AD di bidang pertanian terutama dalam mencapai swasembada pangan khususnya padi di Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Kol Muhammad Ali. Buhaerah mengatakan bahwa salah satu materi yang diberikan adalah tentang pola tanam jajar legowo dan tegel. Dari beberapa pola tanam tersebut juga dijelaskan tentang untung-ruginya serta berapa hasil maksimal yang dihasilkan setiap panennya.

Selain itu, sebagai materi kedua adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), materi ini diberikan oleh Sudirman. Pada kesempatan tersebut, Sudirman mengajarkan tentang bagaimana menggunakan alat tanam dan alat panen. Selain mempraktekkan langsung cara penggunaannya, Sudirman juga menjelaskan tentang keuntungan dan efisiensi penggunaan alat tersebut.

Ditempat terpisah, Ketua STPP Gowa Dr Ir Syaifuddin MP mengatakan bahwa dengan adanya sinergi ini, swasembada pangan dapat terealisasi dengan baik dan tepat waktu. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebab kita tahu bahwa dengan pengetahuan yang diajarkan ke TNI tentunya dapat diimplementasikan langsung oleh TNI ke Petani dilapangan,” kata Syaifuddin.

“Kenyataannya, sejak Kementerian Pertanian bekerjasama dengab TNI, Petani merasa sangat terbantu. Baik itu mulai dari proses tanam sampai ke proses panen,” lanjutnya.(*)