Lewat jalur undangan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa memberikan kesempatan kuliah kepada 59 orang calon mahasiswa tanpa mengikuti tes tertulis. Mereka terdiri dari anak pelaku utama pertanian berprestasi dan siswa berprestasi pada SMK PP yang merupakan binaan Kementerian Pertanian. Ini sesuai harapan dan arahan dari Bapak Menteri Pertanan Dr. Ir. A. Amran Sulaiman, MP yang mengharapkan agar setiap STPP mampu menghasilkan penyuluh pertanian yang tangguh dan berjiwa agribisnis yakni pelaku usaha bidang pertanian sehingga menjadi motor penggerak pembangunan pertanian untuk mensukseskan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045.

Bapak Menteri Pertanian menghimbau agar STPP menjaring anak petani yang berprestasi atau masyarakat dari desa untuk menjadi penyuluh pertanian. Menurutnya, mereka tangguh sehingga tepat untuk menjadi penyuluh pertanian. “Anak-anak dari desa itu sangat kuat dan tangguh. Mereka sangat tepat menjadi penyuluh pertanian. Ke depan, prioritaskan perekrutan mahasiswa dari desa atau anak petani,” ujar Mentan dalam Kunjungannya kesalah-satu STPP beberapa waktu lalu. Menurut Ketua STPP Gowa Dr. Ir. Syaifuddin, MP ini merupakan langkah strategis Bapak Menteri Pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dengan menyediakan kesempatan buat Anak Pelaku Utama Pertanian dan Siswa Berpestasi pada SMK PP. Karena dibeberapa kesempatan bapak Menteri selalu menekankan bahwa Anak Petani harus menjadi Petani.

Jangan jual sawah untuk mencari jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaaan lain diluar bidang pertanian. Jadilah petani yang memanfaatkan teknologi untuk mengelola lahan yang dipunyai orang tua kalian.

There are no comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>